Friday, January 23, 2009

7 KELEBIHAN SABAR.....




Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :
“dan sesiapa yang bersabar, maka Allah akan menjadikan dirinya penyabar, dan tiada pemberian yang (Allah) berikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas (manfaatnya) daripada kesabaran.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)


Pengajaran :

1. Sabar adalah sifat mulia (mahmudah) yang mesti dimiliki oleh setiap umat Islam.
2. Untuk memiliki sifat sabar, perlulah ada latihan yang berterusan.
3. Orang yang berusaha melatih dirinya bersabar dan terus bersabar adalah orang dikasihi serta dekat dengan Allah s.w t. Allah memandangnya dengan pandangan rahmat.
4. Orang yang banyak bersabar dalam membentuk dirinya untuk menjadi seorang penyabar (as-Sobirun), tidak akan disia-siakan Allah. Akhirnya, ia akan ditulis di sisi Allah sebagai hamba yang penyabar.
5. Apabila seseorang memiliki sifat sabar, maka ia telah memiliki kebaikan dan keuntungan yang banyak.
6. Apabila seseorang dianugerahkan sifat sabar, maka ketahuilah bahawa Allah taala mahu memberikan kepadanya manfaat yang besar lagi luas, berpanjangan dari dunia sampai akhirat.
7. Antara keutamaan sifat sabar ialah:
a. masuk syurga tanpa hisab (perhitungan)
b. diampunkan dosa-dosa yang lalu
c. memilliki iman yang sejati.


Hadis Abu Said Al-Khudriy r.a:
"Orang ramai dari golongan Ansar meminta-minta daripada Rasulullah s.a.w. Lalu baginda memberi permintaan mereka. Kemudian mereka meminta lagi. Baginda memberi lagi permintaan mereka, sehinggalah habis apa yang ada pada baginda. Baginda bersabda: Apa pun kebaikan yang ada padaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kamu sekalian. Sesiapa yang menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Sesiapa yang berpada iaitu berpuas hati dengan apa yang ada maka Allah mencukupkannya. Sesiapa yang bersabar, maka Allah akan menganugerahkannya kesabaran. Seseorang itu tidak dikurniakan sesuatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas selain daripada sabar."

Monday, January 19, 2009

Istighfar..


Istighfar Kepada ALLAH SWT
Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita.

Ia merupakan tradisi ritual Islam yang sangat fundamental.

Sebab dalam Istighfar itu mengandungi beberapa elemen rohani, sebagaimana dinyatakan di dalam al-Quran mahupun Sunnah Rasulullah SAW.
Sejumlah ayat tentang Istighfar atau pertobatan sangat banyak dikutip al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, misalnya:

“Mereka apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, segera ingat akan Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya…(QS. 3:135).
“Maka barangsiapa memuji Tuhanmu, dan memohon ampunan kepada-Nya, sungguh Dia Maha penerima Taubat.” (QS. 110:3)


“…dan orang-orang yang memohon ampun sebelum fajar.” (QS. 3:17).
“Maha Suci Engkau Wahai Allah, Tuhanku! Dan dengan segala puji bagi-Mu ya Allah Tuhanku, ampunilah aku! Sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat, lagi Maha Pengasih.” (HR. al-Hakim).


“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).


“Sungguh hatiku didera kerinduan yang sangat dalam, sehingga aku beristighfar seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim).

“Meski dosa-dosamu sebanyak buih lautan, sebanyak butir pasir di padang pasir, sebanyak daun di seluruh pepohonan, atau seluruh bialangan jagad semesta, Allah SWT tetap akan selalu mengampuni, bila engkau mengucapkan doa sebanyak tiga kali sebelum engkau tidur: Astaghfirullahal ‘Adzim al-Ladzii Laailaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuumu wa Atuubu Ilaih. (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Memelihara (kehidupan), dan aku bertobat kepada-Nya).” (HR. at-Tirmidzi).

Terjemahan Istighfar: “Aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”

Istighfar memiliki dua makna yang jelas yang menjuruskan kepada hubungan kita dengan Allah SWT. Semoga selama ini kita sebut istighfar mencapai makna-maknanya. .

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia..

Istighfar Individu dan Sosial.
Dalam ritualitas vertikal, seorang hamba tidak hanya meraup kebahagiaan di hadapan Allah, tanpa ia menyertakan sesama umat beriman. Justru kualitas keimanan seseorang sangat berkait erat dengan kepedulian ruhaninya terhadap orang lain.
Keteladanan Rasulullah SAW, ketika saat Yaumul Mahsyar memberikan cermin kepada umatnya, bahwa kulitas ruhani Rasulullah SAW, yang melebihi para Nabi dan Rasul, terpantul pada pembelaannya akan nasib umat di hadapan Allah. Suatu sikap yang tidak dimiliki oleh para pemimpin dan para Nabi/Rasul. Sebab ketika para hamba Allah meminta syafa’at kepada para Nabi, mulai Nabi Adam as, hingga Isa al-Masih as, ternyata mereka enggan, disebabkan mereka tidak berdaya, terutama memikirkan nasibnya sendiri-sendiri. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW, yang justru tidak memikirkan nasib dirinya di hadapan Allah, malah yang terucap hanya kalimat:

“Umatii…umatii..umatii…” (umatku…duh, umatku…umatku…).

Justru pembelaan Nabi Muhammad SAW itulah yang memberikan kewenangan padanya, syafa’at besar yang bisa menyelamatkan umat dari siksa Allah SAW. Oleh sebab itu, Islam mengajarkan agar dalam permohonan ampunan, juga menyertakan permohonan ampunan untuk sesama umat. Misalnya, Istighfar yang berbunyi:

Astaghfurullahal ‘adzim, lii waliwaalidayya, walijami’il huquuqi waajibati ‘alayya, walijami’il muslimin wal-muslimaat wal-mu’minin wal mu’minaat al-ahyaa’I minhum wal-amwaat.

(Aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, bagiku dan bagi kedua orang tuaku, dan bagi seluruh orang yang menjadi tanggungan kewajibanku, dan bagi umat muslimin dan muslimat, dan kaum mu’minin dan mu’minat).

Dari nilai Istighfar di atas memberikan perspektif luar biasa bagi integrasi dan dinamika sosial secara damai. Hubungan-hubungan sosial akan berlaku dengan penuh kesejatian hati ke hati, karena hubungan yang bersifat emosional negatif dinetralisir oleh istighfar sosial di atas.
Makanya, kualitas Istighfar bukan saja ditentukan hubungan yang sangat pribadi dengan Allah, tetapi juga sejauhmana seorang hamba menghayati Istighfar sosialnya.

Subhanallah..
Istighfar merupakan satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. 2-in-1. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita hanya manusia biasa yang banyak dosa tanpa kita sedari atau tidak.

Mengakhiri tazkirah yang panjang ini, ingin menegaskan bahawa istighfar adalah salah satu amalan mulia dan perlu ditanamkan di dalam jiwa kita, kerana dengan nilai dan hikmah istighfar inilah, kita dapat membentuk manusia yang kenal diri, mengenang budi dan menghargai setiap nikmat yang diperolehi.

Jom kita istghfar bersama-sama sebentar.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah.. tutupi aib kami.... betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu. Amin!

Wednesday, January 14, 2009

Epilog Silam...


Dalam mengenang kisah hidup silam
Ku sedar dari kesilapan lalu
Tuhan beratnya dosa-dosaku
Masihkah ada ampunan buatku

Tuhan...Dalam menempuh hidup ini
Banyaknya dugaan datang menguji
Tuhan...Ada yang dapatku gagahi
Dan ada yang gagal kuhindari

Tuhan...Dosaku menggunung tinggi
Tapi taubatku tak kutepati
Tuhan...Rahmat-Mu melangit luas
Terlalu sedikit kubersyukur

Kini kukembali pada-Mu
Mengharap maghfirah dari-Mu
Mogakan terampunlah dosa-dosaku
Biarpun ujian melanda
Ku tetap berkasih pada-Mu
Kerna kuyakin kasih-Mu
Kekal tiada sudahnya...

Wednesday, January 7, 2009

Diari Bercutiku...

24hb November 2008 ( Isnin )

Kepulangan aku kerumah tiada ada apa2 perasaan yg spesifik..
Biasa..
Itulah yg dpt aku katakan..
Terfikir nk buat apa tetapi buntu..
Astaghfirullah…


25hb November 2008 ( Selasa )

4.37 p.m

Hari ini seperti biasa..Aku xtahu nk buat apa..Rasa kekosongan dlm hati..
Mgkn trlalu byk dosa..
Ya ALLAH subhanallah…
Ampunkanlah aku…


28hb November 2008 ( Jumaat )

8.23 a.m

Subhanallah..
Harini aku rsa mcm nk demam..
Lpas solat subuh pagi td aku menangis..
Hnya ALLAHs.w.t shj yg tahu..
Astaghfirullah…


4hb Disember 2008 ( Khamis)

5.14 p.m

Harini..
Baru harini aku keluar jalan2 tupun mak aku paksa sbb dia nk kuar beli brg
Hehehe…
Diseremban aku terserempak dgn ssorg yg ckup aku knal..
Xtaula dia nmpk aku ke x..
Ape2 jelah..
Kejap je aku dh blik..
Aku dh xmcm dulu..
Dh malas berjalan..
Malas duduk dlm keadaan ramai org dan bersesak-sesak..
Tak taulah..
Aku suka tmpt yg damai, nyaman dan kurang orang..
Syukur pd ALLAH s.w.t...
Alhamdulillah..
Salam rindu buat semua..


11hb Disember 2008 (Khamis)

4.56 a.m

Jam sekarang menunjukan awal subuh.
Aku didalam keretapi menuju ke Pasir Mas Kelantan pada waktu ni.
Masuk waktu kini kira dah hampir 8jam perjalanan aku sejak bertolak pukul10 malam tadi..
Kiranya sampai ke destinasi dalam pukul10 pagi nanti..
Agar sukar aku nak tidur sebab tidak berapa selesa..
Tapi itulah adat merantau..
Yang penting niat..
Moga ALLAHswt mberkati
Insyaallah
Amin...

12.41 p.m
Aku baru sahaja sampai ke pasir mas kira2 30minit td.
Skang tgh tgu kwn smpi..
Agak lmbt juga huhu~
Namun aku dapat melihat tempat org yg sekian lama aku inginkn..
Memang terasa berbeza dihati..
Masyaallah...



12hb Disember 2008 (Jumaat)

8.22 a.m

Pagi yang agak menggembirakan..
Alhamdulillah..

6.23 p.m
Harini aku xkemana..
Duduk dirumah shj..
Petang ni..
Astaghfirullah..
Ampunkanlah segala dosa2ku..
Berikanlah aku ketenangn hati setenang syurgaMU ya ALLAH..
Kuatkalah hatiku menempuh segala rasa keresahan…
Aku memohon belas kasihMU..
Berilah aku kasih sayangMU padaku..

“Perjalananku ini ke kelantan ini kerana aku mahu mencari erti hidup dan ketenangan..Juga dalam mencari erti cinta padaNYA dalam melangkah menerobos panorama milikNYA kerana didalam itu juga seiring aku mencari erti perjuangan sebagai hambaNYA…”




13hb Disember 2008 (Sabtu)

9.19 p.m

Alhamdulillah..
Syukur pada ALLAH..
Ya ALLAH,
Kuatkanlah hatiku menempuh dugaanMU
Amin…


14hb Disember 2008 (Ahad)

9.46 p.m

Ya ALLAH..
Kehidupan fana ini ternyata indah..
Melihat telatah anak kecil berbicara
Mencuit hati kecil untuk terfikir ada keluarga sendiri..
Subhanallah..
Apatah lagi syurgaMU..
Yang menjadi milik hamba pilihanMU..
Namun ya ALLAH..
Layakkah aku terus memilikinya??
Ya ALLAH..
Sesungguhnya,
Dalam mencari erti hidup ini..
Banyak juga yang aku lalui..
Tetapi lebih banyak yang belum…
Engkau Maha Memahami
Penaung segala sesuatu..
Engkaulah pemilik segalanya..
Kurniakanlah kebahagiaan kepadaku dunia dan akhirat...
Sampaikanlah ya ALLAH hembusan rinduku buat insan yang ku sayang..
Kerana engkau pemilik kasih sayang yang tiada batasan..
KepadaMU aku mengharap..
Hanya kepadaMU aku meminta dan memohon..
Kerana engkaulah pemilik hati-hati hambaMU..
Amin..


16hb Disember 2008 (Selasa)

4.40 p.m

Ya ALLAH..
Kenapa aku begitu lemah menyusuri dugaanMU?
Aku tahu siapa aku disisiMU..
Terlalu banyak dosa..
Namun kasihanilah diriku ya ALLAH..
Engkau sendiri pun tahu aku lemah..
Aku mohon padaMU dengan sangat
Damaikanlah hatiku Ya ALLAH..
Sejahterakanlah hidup aku semurni syurgaMU..
Aku mengharap dengan sangat..
Kerana Engkau Maha Pengasih..
Tiada tempat aku bertaut dan mengadu selain dari Engkau Ya ALLAH..
Kasihilah aku walaupun secebis..
Berilah aku kedamaian hati..
Aku tahu aku terlalu hina kerana tak mampu menampung derita hati dan jiwa walaupun sebesar zarah yang Engkau berikan padaku...
Subhanallah..
Astaghfirullah..
Hadiahkanlah rinduku pada Insan Teragung RasulMU..
Juga insan tercinta kedua ibu bapaku...
Maafkan aku ya ALLAH..
Maafkanlah aku..


“Ya ALLAH...apa itu CINTA??semakin aku cuba memahaminya semakin aku tidak faham...Engkau Maha Mengetahui maksudku..Kerana Engkaulah tuhan Maha Bijaksana lagi Maha Memahami..Aku selalu pujuk diriku agar tidak memikirkannya tetapi kenapa ia selalu terlintas dihati dan fikiranku??Ya ALLAH inikah dugaanMU terhadapku??
Engkau mensyariatkan agar memilih perempuan itu pada empat perkara yakni rupa, harta, keturunan ataupun agamanya...Namun benarkah aku mencintai dia kerana agamanya??Atau kerana kecantikannya??Kerana jikalau kerana kecantikan, lebih ramai wanita lebih cantik dan menarik daripadanya tetapi kenapa hati ini masih mengatakan dia??Ya ALLAH..Benarkanlah apa yang aku rasa ini...Jikalau benar dia untukku..Dekatkanlah hatinya dengan hatiku..Satukanlah kami sebagai suami dan isteri yang soleh dan solehah serta golongkanlah kami dikalangan ahli syurgaMU yang beriman...Namun kiranya dia bukan milikku..Jauhkanlah dia dari mata pandanganku..Jauhkanlah dia dari liang fikiran dan benak jiwa dan lembut hatiku yang lemah ini...Engkau Maha mengetahui...Peliharalah aku dari segala kemungkaran...Ya ALLAH..Aku hanya mengharap padaMU agar ini semua bukanlah permainan syaitan dan jadikanlah benar cintaku padanya kerana ingin menjadi lebih baik untukMU dunia dan akhira bersamanya sebagai hambaMU yang bertakwa...
Amin....”



17hb Disember 2008 (Rabu)

7.52 p.m

Alhamdulillah..
Harini dapat pengalaman berjalan ditempat orang..
Walaupun sekejap tapi aku bersyukur..
Aku ke Tak Bhai, Thailand..
Sahabatku Hanif yang bawa..
Dia cuba kenalkan dengan adik kepada kekasihnya..
Cantik dan sopan orangnya..
Tapi…
Aku malu pada diri..
Hanif cuba mengusik tapi aku berdiam diri sepanjang perjalanan..
Tapi yang penting, terima kasih Hanif..
Aku banyak terhutang budi dengan kau..
Aku bersyukur dan segan juga dapat sahabat sepertimu..
Engkau ada rupa, hensem..
Baik dan berbudi bahasa..
Malah engkau anak orang yang berada..
Sudah menjadi rezeki engkau..
Aku segan selama tinggal dirumahmu..
Aku dapat layanan yang baik sekali malah duit aku tak luak pun..
Rasa segan sangat-sangat..
Ya ALLAH..
Engkau bahagia dan sejahterakanlah sahabatku didunia dan akhirat serta berikanlah kejayaan padanya sebagai hambaMU yang soleh..
Aku tak mampu membalas jasamu selain ucapan syukur...
Ya ALLAH..
Terima kasih juga padaMU kerana memberi peluang ini..
Maafkan juga dosa-dosaku yang menggunung tinggi...
Astaghfirullahal’azim...
Allahu’akbar...
Alhamdulillah...


20hb Disember 2008 (Sabtu)

8.02 p.m

Aku pulang ke rumah semalam..
Hanya aktiviti seperti biasa sahaja aku lakukan..
Ya ALLAH..
Kenapa hatiku begitu lembut??
Begitu lemah??
Ya ALLAH..
Berilah aku kekuatan..
Menempuh segalanya...
Aku sedar aku siapa..
Aku tahu akan dosa-dosaku selama ini...
Ampunkanlah aku ya ALLAH..
Aku tahu aku terlalu banyak meminta-minta denganMU ya ALLAH..
Namun aku tiada tempat untuk mengadu selain dariMU ya ALLAH...
Kerana Engkaulah tuhan yang Maha Berkuasa keatas segala sesuatu..
Hanya padaMU sahajalah aku bertaut..
Subhanallah..


22hb Disember 2008 (Isnin)

6.33 p.m

Alhadulillah..
Keputusan dah keluar dah aku lulus..
Sekadar lulus namun alhamdulillah aku tetap bersyukur kerana aku tahu aku bodoh dan malas dan itu sahajalah keputusan yang selayaknya aku peroleh..
Aku senang ayah dan ibuku turut bersyukur kerana aku lulus tetapi bukan bermakna aku berpuas hati..
Insyaallah dengan izin ALLAH akan aku usahakan lagi sepertimana yang meraka inginkan..
Aku sudah tiada siapa lagi kecuali mereka..
Insyaallah sepertimana harapan ibubapa lain
Begitu juga ibubapaku..
Akanku berikan kebahagiaan kepada mereka walaupun hanya mampu secebis..
Insyaallah..
Aku tahu aku tidak boleh bergantung harap lagi pada orang lain...
Apatah lagi yang bernama kekasih hendaknya..
Wallahu’alam...


29hb Disember 2008 (Isnin)

12.56 a.m

Masuk harini adalah tahun baru hijriah 1430..
Awal Muharram..
Aku baru sahaja hantar anak buah aku pulang ke kampung..
Aku rindukan dia pula..
Aku tidak faham...
Ketika sebelum pulang dia menangis sebak dan mak ak tenangkan dia bahawa kami semua sayangkannya..
Aku pun hampir menangis tapi aku dah janji dengan diri tak akan menangis lagi..
Entahlah..
Siapa tidak sayu meninggalkan anak kecil jauh dari pandangan mata..
Kalau aku ada duit aku tak kan hantar dia kesana bentak aku dalam hati..
Entahlah..
Begitulah Qada’ dan Qadar..


1hb Januari 2009 (Khamis)

7.12 p.m

Satu kebenaran setiap kali aku bercinta pasti gagal..
Dan kegagalan itu berpunca dari diri aku sendiri..
Terlalu memilih..
Tapi apakan daya..
Semakin aku cuba memahami semakin aku tidak faham..
Dan hati aku semakin tawar..
Perasaan aku semakin hilang..
Aku kini seperti jadi semakin kejam..
Kejam pada diri sendiri...
Kadang2 susah untuk mempercayai
Tapi bukan mudah juga untuk menerima kenyataan..
Aku harap biarlah hati aku keras..
Aku tak mahu menangis lagi..



2hb Januari 2009 (Jumaat)

11.58 a.m

Malam tadi aku berborak dengan ayah aku..
Semuanya kerana aku mengatakan aku dah takda semangat nak belajar..
Lalu ayah aku cakap..
“Lumrah manusia bila baru pandai merangkak dah tak sabar nak berdiri..Baru pandai berdiri tak sabar nak berlari...Namun semuanya soal sabar dan jangan berputus asa..Kerana sifat tidak sabar dan berputus asa adalah sifat Iblis dan Syaitan...“
Benar kata2 ayahku..
“Banyakkan beristighfar dan berselawat katanya..Itulah penawar hati dan pendinding...“

Hati aku tenang dapat berbicara dengannya...
Memang selama ini aku kurang sabar dan selalu berputus asa..
Sedar dalam tidak aku melakukan dosa pada ALLAH s.w.t...
“ALLAH s.w.t tu suka dengar kita merintih merayu padaNYA...Namun kiranya DIA bagi atau tidak setiap permintaan kita itu adalah hakNYA dan kita seharusnya tidak pernah jemu untuk terus meminta kerana ALLAH s.w.t menjanjikan pada hamba2NYA bahawa “barangsiapa yang meminta kepadaku nescaya aku kabulkan..”
Sambungnya lagi,
“Kalau tidak dimakbulkan didunia ini, ALLAH s.w.t akan kabulkan doa2 kita di akhirat nanti dan ganjaranNYA jauh lebih besar dari apa yang kita pinta..”
Aku juga sedar aku sering kecewa kerana putus cinta dan cinta ditolak...
Namun dari kata2 ayahku juga aku dapat pengajaran yang baik..
Alhamdulillah...
Aku bersyukur sangat2 mempunyai ayah sepertinya...
Kata2nya kadang2 kasar tapi berhikmah..
Gerak lakunya sering tampak kasar tapi penuh kasih sayang...
Diamnya bukan bermakna tidak endah tapi sarat memikirkan kebahagiaan anak2nya..
Sungguh besar pengorbanan ayah aku...
Dia tidak pernah beli barang untuk diri sendiri umpama pakaian..
Semuanya dia dahulukan anak2nya..
Sedangkan baju yang pernah aku hadiahkan 3tahun dulu masih dia pakai walaupun lusuh dan koyak2 sedikit..
Itulah kadang2 yang menjadi api pembakar untuk aku terus berusaha untuk beri dia kemewahan hidup yang dia dambakan..
Pada dia, cukuplah sekadar berangan..
Dia tidak mengharapkan menjadi kenyataan..
Tapi insyaallah..
Dengan izin ALLAH, aku akan beri apa yang dia hajati..
Insyaallah..
Wallahu’alam...

“Apabila kita mengharapkan kesempurnaan pada seseorang, dia pun akan mengharapkan kesempurnaan daripada kita...”

Aku sedar siapa diri ini tidak layak mengharap seorang yang sempurna namun aku hanya dapat berikan sebaik mungkin agar ALLAH meredhai hidupku dan orang yangku cintai suatu hari nanti sebagai isteri benar2 bahgia...
Wallahu'alam..



6hb Januari 2009 (Selasa)

11.51 p.m

Em..
Ngantok..
Sok awal pagi nak balik kampus dah..
Malas rasanya tapi tulah kehidupan..
Kalau tak sabar dan putus asa baik aku jadi setan terus sebab jadi baik pun belum tentu dapat masuk syurga..
Haha..
Aku tertanya2 pada diri sendiri..
Kenapa ketidakadilan tu berlaku??
Kenapa perlu ada sakit hati dan kecewa??
Lepas pikir2 aku baru taw..
Kalau banyak dosa inilah balasan yang ALLAH bagi ‘cash’ kat kita...
Kat neraka nanti teruk lagi
MasyaALLAH...
Terfikir yang aku baru kini benar2 sedar siapa diri aku..
Korang fikir sendirilah andaikata Iblis mahu cinta seorang bidadari agak2nya dapat x??
Begitu jugaklah keadaan aku...
Banyak dosa tapi nak yang terbaik yang kononnya sempurna zahir batin...
Agak2nya dapat x??
Haha...
Tapi aku tak pernah tolak kira dengan izinNYA...
Tapi apa mungkin orang macam aku kan??
Jadi aku dah tak mengharap lagi..
Tapi bukan bermakna aku berputus asa untuk terus usaha dan meminta...
Almaklumlah muka tak malu..
Kih3.. =)
Aku cerita hanya aku dan ALLAHs.w.t sahaja yang tahu maksud penyampaian aku...
Korang tak faham mintak maaf banyak2lah kalau korang pikir aku merapu...
Wallahu’alam...
Namun itulah kehidupan...
Membuktikan DIA Maha Kaya dan Bijaksana...
Subhanallah...
Astaghfirullahal’azim...



7hb Disember 2009

12.50 p.m

Aku kini sudah berada dikampus..
Dalam kerisauan..
Ya ALLAH..
Berilah aku kekuatan agar bertambah iman dan takwaku kepadaMU...
Jauhkanlah segala kenangan burukku dan berilah lembaran baru kedalam hidup aku agar aku dapat mengejar redhaMU..
Amin..

inMemory